MENU

Sosialisasi Literasi Program SMA Rujukan Tahun 2017

Sosialisasi Literasi Program SMA Rujukan Tahun 2017

Sosialisasi Literasi Program SMA Rujukan Tahun 2017

Selasa, 29 Agustus 2017

 

SMA Negeri 1 Blora  merupakan sekolah yang ditunjuk Direktorat Pembinaan SMA untuk melaksanakan Program SMA Rujukan. Kegiatan yang dilakukan diantaranya adalah Gerakan Literasi. Pada tahun 2017, gerakan literasi sekolah di SMA Negeri 1 Blora telah memasuki tahun ke-2 dan memasuki tahap pengembangan.

Implementasi dari kegiatan tersebut, pada hari Selasa, 29 Agustus 2017 telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi pemantapan literasi oleh Tim GLS SMA Negeri 1 Blora bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Blora selaku institusi yang membidangi budaya baca/literasi.

Kegiatan ini diikuti oleh para penggiat literasi Blora, dari Guru SMAN 1 BLora, DPK Kab Blora, beberapa koordinator  GLS SMA di Kabupaten Blora dan perwakilan peserta didik SMA Negeri 1 Blora.

Kegiatan diawali dengan sambutan ketua panitia. Menurut koordinator GLS SMA Negeri 1 Blora,  Kusneo, S.Pd  kegiatan ini merupakan implementasi dari amanah peraturan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan nomor 23 tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti, kegiatan ini telah berjalan dalam kurun 2 (dua) tahun ini.Dalam sambutan pembukaan, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Blora, Drs. Slamet Joko Waluyo, M.Pd. kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Blora berdasarkan penunjukan Direktorat Pembinaan SMA sebagai sekolah rujukan di Kabupaten Blora, karena SMA Negeri 1 Blora dianggap sudah  memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan. Salah satu program sekolah rujukan yang dilaksanakan yaitu pelaksanaan gerakan literasi sekolah.

Dalam pemaparan materi literasi Kepala DPK Blora, Drh. R. Gundala Wejasena, MP, melalui kabid perpustakaan menyampaikan bahwa Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah perihal yang penting diera digital native sekarang ini, khususnya dalam meningkatkan mutu pendidikan dan persaingan teknologi informasi. GLS haruslah merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

Dijeda dengan acara ice breking yang dipimpin Arif Chusaeni. Materi Sosialisasi GLS dilanjutkan oleh Pustakawan Muda DPK Blora, Mokhammad Farid Rohmawantika, S.Sos. GLS dipaparkan secara ringan, menurutnya pengertian Literasi dalam konteks Gerakan Literasi Sekolah adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara.

Pustakawan DPK juga menekankan bahwa Literasi bermakna lebih dari sekadar membaca dan menulis, keberadaannya mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori.

Semoga kegiatan ini bermanfaat, demi peningkatan kualitas pendidikan dan kemajuan bangsa Indonesia.

KOMENTAR