MENU

Pertama di Kota Blora, Festival Bambu HUT SMA Negeri 1 Blora

Pertama di Kota Blora, Festival Bambu HUT SMA Negeri 1 Blora

BLORA –  Minggu (6/10/2019) Alun-alun Blora dipadati oleh ribuan siswa SMA N 1 Blora beserta keluarga mereka. Kampanye luar biasa digemakan dari alun-alun kota sate ini.  Mereka bersaing antar kelas, menampilkan karya terbaiknya, untuk pentas di alun-alun kota sate, dalam rangka Peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-60 sekolah favorit di Blora. Kampaye bertajuk  Bam60 Fest (Festival Bambu) dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-60 SMAN1 Blora, mendapat apresiasi ribuan pengunjung, alumni, PWI dan suport dari banyak pihak.

Kegiatan digelar selama 2 hari, diawali pada Sabtu (5/10/2019)diselenggarakan pameran kerajinan local Blora yang didukung oleh Dekranasda Blora. Pada malam minggunya digelar panggung hiburan di alun-alun yang menampilkan musikalisasi puisi oleh siswa-siswa SMA N 1 Blora. Mereka berhasil menghibur ratusan penonton yang bermalam minggu di alun-alun Blora.

Puncak acara dibuka oleh Ketua Dekranasda Blora, Hj. Umi Kulsum yang merupakan istri Bupati Blora pada hari Minggu(6/10/2019). Dalam pidatonya beliau mengungkapkan apresiasinya terhadap siswa-siswa SMA N 1 Blora yang telah berhasil mengangkat Bambu menjadi hasil kerajinan yang dipamerkan di Alun-alun serta mengapresiasi busana-busana carnival yang terbuat dari bambu.

Menariknya, di Festival Bambu itu hampir 75 persen yang ada arena kegiatan berbahan bambu, mulai tempat tisue, alas (piring) makanan, dekor panggung, suvenir, musik, seragam carnival, pameran dan lainnya.

“Ini semua ide dan kreativitas siswa kami, kepala sekolah bersama para guru memberikan suport,” kata Ketua Panitia Pelaksana Bamboo Fest, Sri Susilaningsih.

Kenapa HUT SMAN 1 Blora ke-60 mengangkat bambu? Menurut Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Blora, Slamet Joko Waluyo, antara lain untuk mewadahi ktreativitas dan inovasi siswa di bidang seni musik dan akting, serta memberikan motivasi kepada pengrajin bambu di Kabupaten Blora.

Diangkatnya bambu dalam festival kali ini, karena pohon satu ini banyak manfaatnya, mulai dari akar hingga daunnya, bahan mudah didapat, dan banyak produk yang dihasilkan dari bambu.

Daun bisa sebagai pembungkus barang, batang untuk aneka anyaman, perabotan hingga alat musik. Akar mudanya (rebung) bisa dimakan dan kerjinan bambu ada di mana-mana.

Selain itu panitia juga mempunyai misi untuk mengangkat kearifan lokal bambu yang ada di Blora, mengajak masyarakat mengurangi pengunaan plastik, memasyarakatkan alat rumah tangga berbahan bambu, dan meningkatkan ekonomi perajin bambu.

Hadir di acara menarik itu, antara lain Wakil Bupati Blora H. Arif Rohman, Sekda Komang Gede Irawati, para kepala OPD,  alumni SMAN 1 Blora, pengurus komite dan undangan.

Bam60 Fest yang digeber pagi hingga malam nanti di alun-alun Kota Blora, dimeriahkan pentas seni siswa SMAN 1, lomba karnival (maskot) kelas berbahan bambu, pameran bambu craft karya siswa dan masyarakat.

“Komite mendukung kegiatan kampanye “go green” ini, dan kami dengan bangga kreativitas anak-anak,” ungkap Ketua Komite SMAN 1 Blora, H. Umartono.

Makin siang acara makin menggema dan meriah dengan tampilnya grup musik campursari modern Angklung Carehal (cari rezeki halal) Yogyakarta, flasfmop siswa, guru dan musik Jawa.

Dalam sambutannya Wakil bupati Arief Rohman mewakili Bupati Blora H. Djoko Nugroho mengatakan bahwa Ini adalah kegiatan yang luar biasa, masyarakat terhibur dan kegiatan ini diaspresiasi banyak pihak.

KOMENTAR